Selasa, 30 Desember 2014

ILMU SOSIAL DASAR (ISD)



ILMU SOSIAL DASAR (ISD)

1.    PENGERTIAN
Untuk menjawab berbagai tantangan dan persoalan dalam kehidupan lahirlah berbagai cabang ilmu pengetahuan.
Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi tiga :
a.         Natural Sciences (Ilmu-ilmu Alamiah), meliputi: Fisika, Kimia, Astronomi, Biologi dan lain-lain.
b.        Sosial Sciences (Ilmu-ilmu Sosial), terdiri dari : Sosiologi, Ekonomi, Politik Antropologi,  Sejarah, Psikologi, Geografi dan lain-lain.
c.         Humanities (Ilmu-ilmu Budaya) meliputi : Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dan lain-lain.
Mengikuti pembagian ilmu pengetahuan seperti tersebut di atas, maka Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar adalah satuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan.
Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkain oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psykologi sosial.
Ilmu Sosial Dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan, karena masing-masing sebagai disiplin ilmu memiliki obyek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dipadukan.
Ilmu Sosial Dasar bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena Ilmu Sosial Dasar tidak mempunyai obyek dan metode ilmiah tersendiri dan juga is tidak mengembangkan suatu penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu, seperti ilmu-ilmu sosial di atas.
lmu Sosial Dasar merupakan suatu bahan studi atau Program Pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan/pengajaran yang di Indonesia diberikan di Perguruan Tinggi. Tegasnya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, sehingga lebih peka terhadapnya.

2. TUJUAN
Sebagai salah satu dari Mata Kuliah Dasar Umum, Ilmu Sosial Dasar mempunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar :
a.     Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah
sosial yang ada dalam masyarakat.
b.     Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha
usahamenanggulanginya.
c.   Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya) secara kritis-interdisipliner.
d.     memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.




3.   ILMU SOSIAL DASAR DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
       Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kedua-duanya mempunyai persamaan dan perbedaan.
Adapun persamaan antara keduanya adalah :
a.         Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran.
b.        Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
c.         Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.
Adapun perbedaan antara keduanya adalah :
a.         Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan.
b.        Ilmu Sosial Dasar merupakan satu matakuliah tunggal, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan).
c.         Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan ketrampilan intelektual.

4.    RUANG LINGKUP ILMU SOSIAL DASAR
Materi Ilmu Sosial Dasar terdiri atas masalah-masalah sosial. Untuk dapat menelaah masalah-masalah sosial, hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengindentifikasi kenyataankenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu. Sehingga dengan demikian bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu :
1.        Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu. Kenyataan-kenyataan sosial tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu sosial, karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangannya. Dalam Ilmu Sosial Dasar kita menggunakan pendekatan interdisiplin/multidisiplin.
2.        Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan­kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan sosial.
Sebagai contoh dari konsep dasar semacam itu misalnya konsep "keanekaragaman" dan kosep "Kesatuan sosial". Bertolak dari kedua konsep tersebut di atas, maka dapat kita pahami dan sadari bahwa di dalam masyarakat selalu terdapat :
a.     Persamaan dan perbedaan pola pemikiran dan pola tingkah laku baik secara individual atau kelompok/golongan.
b.    Persamaan dan perbedaan kepentingan.
Persamaan dan perbedaan itulah yang menyebabkan sering timbulnya pertentangan/konflik, kerja-sama, kesetiakawanan antar individu dan golongan.
3.        Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan lainnya saling berkaitan.
Berdasarkan bahan kajian seperti yang disebut di atas, dapat dijabarkan lebih lanjut ke dalam pokok bahasan dan sub pokok bahasan, untuk dapat di operasionalkan.
Konsorsium Antar Bidang telah menetapkan bahwa perkuliahan Ilmu Sosial Dasar terdiri dari 8 (delapan) pokok bahasan. Dari ke delapan Pokok Bahasan tersebut maka ruang lingkup perkuliahan Ilmu Sosial Dasar diharapkan mempelajari dan memahami adanya :
1.        Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
2.        Masalah individu, keluarga dan masyarakat.
3.        Masalah pemuda dan sosialisasi.
4.        Masalah hubungan antara warga negara dan negara.
5.        Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat.
6.        Masalah masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
7.        Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi.
8.        Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.


Jumat, 04 Juli 2014

KEBUDAYAAN SUKU MINANGKABAU

Unsur kebudayaan suatau daerah terdiri atsas 7 buah aspek yaitu :
1.      Bahasa
2.      Sistem Teknologi dan Alat Produksi
3.      Sistem Mata Pencaharian
4.      Sistem Kekerabatan
5.      Sistem Pengetahuan
6.      Sistem Religi
7.      Kesenian


Pada kesempatan ini saya akan membahas unsur kebudayaan dari suku minangkabau :
Dimulai dari bahasa yang digunakan oleh kebanyakan dipakai oleh suku minang yaitu
Baso Minang  -> Austronesia contohnya seperti berikut :
Bahasa Melayu
Dialek /a/
Dialek /o/
Penat
Panek
Ponek
Apa
A
Apo
Mana
Ma
Mano
Lepas
Lapeh
Lopeh

Unutk Sistem Teknologi dan Alat Produksi yang digunakan oleh orang minang :
bentuk desa (nagari) & bentuk tempat tinggal.
Nagari:
·         daerah nagari (pusat desa)
·         taratak (hutan dan ladang)
Rumah adat: rumah gadang (rumah panggung):
·         Bentuk memanjang, atap menyerupai tanduk kerbau
·         Ukuran berdasarkan perhitungan jumlah ruang dalam rumah
·         Jumlah ruangan dalam bilangan yang ganjil, mulai dari tiga
·         Biasanya memiliki tiga didieh yang digunakan sebagai kamar dan ruangan terbuka (menerima tamu/ berpesta)
·         Ada juga yang menambahkan tempat yang disebut anjueng (anjung): bagian yang ditambahkan pada ujung rumah dan dianggap tempat kehormatan

Untuk sistem mata pencahariannya :
·         Bercocok tanam: bersawah, menanam sayur mayur untuk perdagangan
·         Menangkap ikan di laut
·         Berdagang dan merantau. Kehidupan perdagangan di Minangkabau kebanyakan dikuasai oleh penduduk Minangkabau sendiri.
·         Kerajinan tangan: kerajinan perak bakar dari Koto Gadang, sebuah desa dekat Bukittinggi dan kain songket dari Silukang, sebuah desa dekat Sawah Lunto.

Untuk Sistem kekerabtannya :
Kelompok kekerabatan: paruik, kampueng (dipimpin penghulu andiko/ datuek kampung), dan suku (dipimpin seorang penghulu suku).
Administrasi masyarakat pedesaan disalurkan kepada penduduk desa melalui panghulu suku dan panghulu andiko.
Garis keturunan: garis matrilineal. Seorang termasuk keluarga ibunya bukan keluarga ayahnya. Begitu juga tanah dan harta warisan akan diwariskan kepada anak perempuan.
Masyarakat dibagi dalam tiga lapisan besar:
·         Bangsawan
·         Orang biasa
·         Orang yang paling rendah (budak)

Untuk Sistem Pengetahuan :
Anak lelaki usia 7 tahun biasanya akan meninggalkan rumah & tinggal di surau untuk diajarkan ilmu agama dan adat Minangkabau.
Di usia remaja, mereka meninggalkan perkampungan untuk menimba ilmu di sekolah/ menimba pengalaman.
Beberapa orang Minangkabau yang menjadi orang terkemuka:
·         Abdul Muis, penulis, wartawan; Chairil Anwar, pujangga
·         Emil Salim, ahli ekonomis dan bekas menteri Indonesia
·         MohHatta, Wakil Presiden Ind. pertama
·         Yusof Ishak, presiden pertama Singapura

Untuk Sistem Religi atau keagamaannya :
·         Mayoritas Islam
·         Paham Islam
1.      Wajib menimba ilmu
2.      Wanita tak boleh dipaksa untuk menikah dengan lelaki yang tidak dicintai
3.      Ibu berhak dihormati 3 kali lebih tinggi daripada bapak
·         Paham Minangkabau
1.      Anak lelaki ke surau untuk belajar agama
2.      Wanita menentukan pasangannya
3.      Bundo Kanduang adalah pemimpin/ pengambil keputusan di Rumah Gadang



Untuk Kesenian tradisonal Minangkabau:
       Kesenian randai, teater rakyat yang meliputi pencak, musik, tarian, drama :
·         Saluang Jo Dendang, serunai bambu dan nyanyian
·         Talempong, musik bunyi gong
·         Tari Piring, gerakan menyerupai gerakan para petani semasa bercocok tanam
·         Tari Payung, menceritakan kehidupan muda-mudi Minang yang selalu riang gembira
·         Pidato Adat dan Pencak Silat

Upacara dan perayaan Minangkabau:
·         Turun mandi - upacara pemberkatan bayi
·         Sunat rasul - upacara bersunat
·         Baralek - upacara pernikahan
·         Batagak pangulu - upacara pelantikan penghulu. Turun ka sawah - upacara kerja gotong-royong
·         Manyabik - upacara menuai padi
·         Maanta pabukoan - mengantar makanan kepada ibu mertua sewaktu bulan Ramadan
·         Tanah Ta Sirah - perlantikan seorang Datuk (ketua puak) apabila Datuk yang sebelumnya meninggal dunia
·         Mambangkik Batang Tarandam - perlantikan seorang Datuk apabila Datuk yang sebelumya telah meninggal 10 atau 50 tahun yang lalu (mengisi jabatan yang telah lama dikosongkan)